Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Legenda Dewa Cahaya

Legenda Dewa Cahaya

Tak ingin mencari masalah, pria berkepala plontos itu segera pergi meninggalkan tempat tersebut menggunakan kudanya. Sepuluh pendekar itu berlutut saat Bayu Jaga Geni memasuki istana. "Katakan saja apa yang ingin kalian katakan," ucap Bayu sambil duduk diatas singgasananya. "Yang Mulia Raja, awal kami datang ke Kota Daha, seperti yang pernah Yang Mulia katakan, kami tidak menemukan aura kuat atau pun jejak pendekar hebat disana. Penyelidikan kami terus berlanjut. Dengan membentuk lima kelompok, masing-masing kelompok menyamar sebagai lima pekerjaan penduduk yang ada disana. Tiga hari pertama kami tidak mendapatkan apa-apa karena yang datang mendatangi dagangan kami hanyalah orang-orang biasa
1075.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai dagu belah
Baca
+Pustaka
PENEBUS DOSA PENDUA

PENEBUS DOSA PENDUA

Musik berdentum dari dalam, menggoda siapa pun untuk melupakan realita sejenak. Gerald David duduk di bar, jas hitamnya masih rapi, dasi dilonggarkan, gelas whisky di tangannya belum disentuh. Ia datang bukan untuk bersenang-senang, tapi untuk menemui seorang gadis bernama Amora, Amora Andromeda. Siapa sangka, setelah bertahun-tahun, gadis itu akhirnya menghubunginya dan mengajak dirinya untuk bertemu, gadis itu adalah milik Ken Fernando, musuh abadi Gerald.
10634 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai dagu belah
Baca
+Pustaka
Duka Pernikahan

Duka Pernikahan

“Ya, sama aku juga kangen.” “Mas, aku beli daster sama Mama kemarin.” “Hah? Kamu mau pakai daster?” “Iya, biar nanti pas perutnya besar. Aku pakai daster aja.” Daster adalah baju panjang yang memiliki motif bunga atau batik bukan? Hanif sering melihat itu ketika bertemu di jalan dengan wanita hamil atau saat dia sedang ada di minimarket. Membayangkan istrinya memakai pakaian itu pasti terlihat sangat lucu. Apalagi tubuh Renjana yang sedikit kurusan. Pasti dia senang melihatnya. “Nanti pakai waktu kita berdua, oke! Simpan dulu dasternya.”
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai dagu belah
Baca
+Pustaka
Disayang Duda Kaya

Disayang Duda Kaya

“Terima kasih, Ga!” Sagara melepaskan pelukannya kemudian tersenyum lebar. Ia lalu menatap lekat Lila. “Selamat datang, Mbak. Jangan sungkan untuk menghubungi Gue atau Kai kalau abang berulah!” ucap Sagara yang kemudian mengejek Abangnya. Banyu sendiri hanya meninju kecil adiknya.Ia tahu adiknya itu memang suka menggoda.
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai dagu belah
Baca
+Pustaka
Mas Duda (Indonesia)

Mas Duda (Indonesia)

Astaga! "Siapa dalangnya?" Pras kembali bertanya dengan nada suara yang menggeram kesal, kentara sekali jika pria dia tengah diselimuti amarah yang mendadak naik pesat. Gelengan kepala seluruh dosen cukup yang menandakan jika mereka tak tahu. Mereka hanya ikut-ikutan saja saat gosip menyeruak luas. Tanpa berkata apapun lagi Pras memilih melangkahkan kakinya keluar dari sana. Rasanya sangat pengap jika terus-terusan berada lebih lama lagi di situ.
9.7145.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai dagu belah
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Baraka sengaja dibawa oleh Duda Dadu ke tempat itu, sebab tempat itu sepi, cocok untuk belajar ilmu kanuragan. Duda Dadu tampak bersemangat memberikan pelajaran ilmunya kepada Baraka. "Ini namanya jurus 'Paruh Bangau'," kata Duda Dadu sambil mengembangkan kedua tangan dengan ujung tangan saling menguncup seperti paruh siap mematuk. Kakinya diangkat satu, seperti anjing mau pipis. Badannya sedikit dimiringkan.
1028.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 707 kali sebagai dagu belah
Baca
+Pustaka
RADANIA

RADANIA

Raga Arsen Vallario Ga lo baik-baik aja kan? Gagaga Gaa dimanaa Raga gue kabur ni Raga pulang Ga pulang dong gue takut Sendiri Raga Tau ah Raga gue sebel Sama lo! Sudah banyak Pesan yang Dania kirimkan namun tak ada satupun yang Raga baca, Dania juga sudah berusaha menghubungi Raga tapi tidak diangkat sungguh Dania sangat khawatir lalu ia berinisiatif untuk menghubungi teman-temannya Raga, namun Sama tidak ada satupun yang mengangkat telpon nya Dan hanya tersisa satu yaitu Bima.
9.54.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai dagu belah
Baca
+Pustaka
Cinta Sagita

Cinta Sagita

Dan kini ia malah ditertawakan begitu saja. "Kamu sudah siap Sagita? Sudah siap dong. Kamukan sudah puasa dibuat Danar kan? Danar sengaja begitu. Supaya nanti gampang pas belah-belah kamu. Organ kamu bersih, tidak terlalu banyak kotoran. Aduh, saya kok jadi pengen ngeliat proses belah-belahnya ya. Biar rasa sakit saya ini terbalaskan."
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 514 kali sebagai dagu belah
Baca
+Pustaka
Kaisar, Jangan Meminta Lebih

Kaisar, Jangan Meminta Lebih

Ia baru menyadari rencana sebenarnya Ravia. Ravia tersenyum dingin. Tangannya meraba belati yang tersembunyi di balik pinggangnya. “Maafkan aku, Daiyu. Tapi peranmu sebagai boneka sudah selesai. Sekarang, kau lebih berguna sebagai mayat.” Ravia menghunus belatinya. ***
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 353 kali sebagai dagu belah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status