Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda
Pria itu duduk di balik meja kerja, memutar-mutar sebuah pulpen, menopang kepala sambil menatap layar.
Dia sudah berganti setelan jas. Hari ini dia mengenakan jas biru tua dengan garis merah anggur. Auranya mahal dan berkelas.
Dasi itu tampaknya dipadukan khusus. Bermotif bunga lili yang cerah. Dibandingkan warna polos atau motif kotak-kotak, dasi ini terlihat lebih berkelas dan tidak kaku.
Kayden bahkan tidak mengangkat kepala. "Ignas, keluar. Tutup pintunya."