MENJADI TAWANAN SANG PENYAMUN
Pria itu mengenakan jubah hitam dengan sulaman benang emas, rambutnya gelap sepekat malam, dan rahangnya yang tegas memberikan kesan otoritas mutlak.
"Sudah bangun?" suara pria itu berat dan dingin, seperti gesekan logam berharga.
Briana terpaku. Ia memindai kamar itu dengan cepat. Dekorasi klasik, arsitektur abad pertengahan yang terlalu sempurna, dan pria ini...
"Sial," umpat Briana lirih. Ia memijat pelipisnya. "Siapa sutradaranya? Kenapa script-nya berubah lagi? Dan siapa kamu? Pemeran pengganti?"