Sehangat Dekapan Janda Muda
Dua jam bersantai, kantuk hampir menutup matanya.
“Udah sore. Pulang aja,” gumam Reina sambil menepuk nyamuk yang menggigit lengannya.
Reina bangkit, berjalan sambil bersenandung kecil, hatinya sangat damai. Namun, baru beberapa langkah, Reina merasa tidak enak hati.
Srak! Srak!
Suara gemerisik daun menghentikan langkahnya. Ia menoleh tapi tak menemukan siapa pun. Matanya tajam mengawasi pepohonan, merasa curiga seseorang bersembunyi di baliknya.