Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DAISY

DAISY

*** Keesokan harinya. Daisy kedatangan tamu tak diundang. Jika bukan karena ikatan keluarga, Daisy juga tidak akan sudi berlama-lama duduk di sini, mendengar dengan bosan cerita yang keluar dari mulut Bibi Calyn—adik Papanya. Ia tahu betul, air mata yang keluar dari mata Bibi Calyn adalah palsu. Alih-alih bersedih karena kakak kandungnya telah tiada, Bibi Calyn pasti senang dengan kabar duka ini.
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai daun kale
Baca
+Pustaka
Duka Cita

Duka Cita

“Oia, sekalian kompor, sama dispenser. Mesin cuci juga sepertinya.” “Kenapa jadi beranak pinak?” Cita duduk di samping sang mami, sembari menggeleng. “Katanya cuma kulkas sama AC?” “Mami, kan, harus masak juga, Cit.” Sandra meraih buku menu yang sudah berada di meja, lalu melihat daftar minuman terlebih dahulu. “Dispenser buat minum, terus mesin cuci … Mami bisa encok kalau harus nyuci pake tangan terus-terusan. Lagian, tabungan Mami juga masih banyak. Cukup buat hidup … ya, cukuplah pokoknya. Masih banyak.”
9.838.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 765 kali sebagai daun kale
Baca
+Pustaka
Daun Yang Sumbang

Daun Yang Sumbang

Sudah dua tahun pohonku layu. Daunnyal telah lama menguning dan perlahan mulai rontok. Tak terdengar lagi nyanyian di dalamnya. Tak terlihat lagi awan yang akan membawa hujan. Aku telah memutuskan untuk meninggalkan angin yang akan membawa awan. Aku memutuskan untuk meninggalkan bang Nara untuk waktu yang entah sampai kapan.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai daun kale
Baca
+Pustaka
Benih Dao Kekacauan

Benih Dao Kekacauan

Xia Qing'er menjawab sambil menunjuk ke arah depannya. Ye Chen berjalan ke depan, mencoba melihat apa yang terjadi dan menemukan sebuah rumput berwarna keperakan, setinggi sepuluh sentimeter, memiliki hanya tiga daun, diam-diam tumbuh di bawah pohon biasa. "Rumput Perak Tiga Daun?" Ye Chen segera terkejut dan bersemangat saat merasakan aura yang samar-samar keluar dari daunnya.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai daun kale
Baca
+Pustaka
The Calendula

The Calendula

Ada Butterbeer, Polyjuice Potion, Mad-Eye Potion, atau Cacaroto Elixir. Sensasi lampu temaram, kursi-kursi kayu, hingga poster sihir yang tertempel di pilar-pilar cafe tersebut makin membuat Take A Bit Cafe seperti kedai Three Broomsticks di DiagonAlley. "Aku tidak suka pakaianmu." David menyeletuk seraya menyeruput tandas jus jeruk hidangannya.
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai daun kale
Baca
+Pustaka
Lahirnya Kultivator Dewa Samudra

Lahirnya Kultivator Dewa Samudra

Kael menghindar ke samping, mengingat ucapan Pollux, dia berenang cepat untuk mengambil alga merah yang menyala. Namun cahaya biru ternyata jauh dan memakan waktu sementara ikan tadi sudah kembali mengincarnya. Kulit perutnya tergelitik saat menyentuh ujung daun Alga Paeophyta seperti kelp, daunnya tumbuh tinggi dan banyak menyerupai hutan bawah laut di bawah tubuhnya. Kael tersentak tatkala daun Alga cokelat itu membelit kaki dan menariknya, daun itu bergerak seolah hidup, membelit kedua tangan dan kaki Kael membuatnya memberontak.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai daun kale
Baca
+Pustaka
Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa

Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa

Daun itu berasal dari tanaman langka yang hanya tumbuh di kaki gunung, terkenal karena fungsinya untuk membangkitkan gairah ekstrem dalam waktu singkat. “Tidak mungkin…” gumam Diana dengan wajah merah, napasnya tersengal. Melihat reaksi Diana, Arthur meraih teko itu dari tangannya dengan kasar. Ia mencium aromanya singkat. Tatapan mereka bertemu. Keduanya langsung paham apa yang sedang terjadi. Diana mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat, sebelum susah payah meraih lengan Arthur. Tubuhnya gemetar hebat.
1029.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 790 kali sebagai daun kale
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
Beta's Family
thor.. saking kamu irit bgt updatenya , aku sampe nanjak lg ngulang baca dr awal.. masih suka & exited. ramadhan bisa lah thor sekali update 5 bab gt... kalo pas adegan putri & putra mahkota jgn tiba² dipotong dong thor trs langsunh jump ke adegan lain , sangat disayangkan.
nanadvelyns
Dear, pembaca terkasih. Terima kasih banyak untuk yang masih setia menunggu penulis update 。⁠◕⁠‿⁠◕⁠。. Dukungan, perhatian, dan doa yang kalian tinggalkan di kolom komentar sangat berarti! Mulai hari ini novel akan update seperti biasa ya, karena alhamdulillah keadaanku sudah membaik:>. Love youuu
Baca Semua Ulasan
Kemilau Senja

Kemilau Senja

tanyaku pada Bi Inah "Ini tadi beli di depan sana Mbak Nandini," jawab Bi Inah sembari langsung menaruh belanjaannya di atas meja dapur dan memasukkan sebagian sayurannya ke dalam kulkas. "Cuma beli sayur aja, Bi?" "Iya Mbak Nandini, tadi mau beli ayam, tapi semua ayam yang dijual sama tukang sayur sudah dibeli sama ibu-ibu komplek sebelah."
1010.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 303 kali sebagai daun kale
Baca
+Pustaka
WAITING FOR HER LOVE (BAHASA INDONESIA)

WAITING FOR HER LOVE (BAHASA INDONESIA)

tanya Dana membulatkan matanya tak percaya. Dania menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan adik keduanya. ****** “Baiklah, Kalea bersiap ya.” Kata seorang crew dalam sebuah acara talk show yang dibintanginya. “Iya.” Jawabnya tersenyum. Kemudian Kalea masuk dan menyanyikan single terbarunya. Kalea sangat cantik, ia menggunakan dress berwarna putih tulang dengan hiasan renda berwarna kuning mustard yang membuatnya keliatan sangat feminim. Rambutnya sengaja ia cepol dan membiarkan anak rambutnya terurai bebas dengan di bagian kiri dan kanannya.
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 252 kali sebagai daun kale
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status