Demi Cinta Pertamanya, Dia Korbankan Anak Kami
"Elona, asalkan kau baik-baik saja, aku bersedia melakukan apa pun. Aku benar-benar mencintaimu. Mulai sekarang, aku bakal memperlakukanmu jauh lebih baik dari sebelumnya ...."
Aku berusaha menarik kembali tanganku. Aku ingin menyuruhnya pergi, tetapi tubuhku sama sekali tidak mau menurut. Bahkan menggerakkan satu jari pun aku tidak mampu. Hanya air mata yang mengalir dari sudut mataku, membawa kemarahan dan ketidakrelaan yang tidak tertahankan.
Entah sudah berapa lama berlalu, tiba-tiba sebuah suara dingin terdengar di telingaku.