Bias Cinta
“Bi, nggak usah pake nama Naratama di belakangnya, ya. Cukup Manggala aja.”
“Kenapa?”
“Nggak usah tanya alasannya, karena kamu pasti tau kenapa,” ucap Cinta tersenyum kecut. Baginya, nama tersebut menyimpan luka yang pernah ia pikul cukup lama. Dan ia tidak ingin setiap kali menatap putrinya, rasa itu ikut muncul kembali meski hanya bayangannya saja.
“Kalau gitu, kita harus cari nama tengah juga, karena kalau cuma Cantika Manggala atau Cahayu Manggala, rasanya agak janggal.”