Hai Om, Aku Calon Istrimu!
“Sayang, ini perhiasan pernikahan. Kita butuh tiga set.”
Pramuniaga membuka kotak pertama, dan aku langsung menelan ludah.
“Set pertama untuk akad,” jelas Om Kais.
Isinya kalung berlian tipis dan sangat cantik, cincin yang desainnya sangat unik, dan anting kecil yang memancarkan cahaya radius satu kilometer.
“Set kedua untuk resepsi,” lanjut Om Kais.
Kotak kedua dibuka—dan ini bahkan lebih berkilau.