HASRAT DAN GAIRAH MEMBARA CEO KEJAM
Bunyi detak halus terdengar samar di ruangan yang mendadak terasa terlalu sunyi bagi Ana.
“Bayinya normal, Bu Ana,” ucap dokter Maya akhirnya. Suaranya terdengar cepat namun jelas, seolah sengaja ingin menenangkan lebih dulu sebelum menyampaikan hal lain. “Denyut jantungnya baik. Ukurannya sesuai usia kehamilan.”
Kalimat itu seperti membuka simpul yang sejak tadi mencekik dada Ana.
Napas yang sedari tadi tertahan akhirnya terlepas panjang. Bahunya sedikit mengendur. Jemarinya yang kaku perlahan melepas cengkeraman pada seprai.