Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Misteri di Rumah Mertua

Misteri di Rumah Mertua

Masih nyaman, masih sangat, dan selalu jadi tempat yang dirindukan. * "Sebenarnya, kemarin itu kenapa, sih? Apa yang membuat kamu diteriaki maling?" Pria di depanku tidak langsung menjawab. Dia membuka kacamata hitamnya, lalu menyesap kopi yang sudah tersaji. "Ya ... karena mengintip," jawabnya kemudian. "Apa kamu lihat, di dalam ada seseorang?" Dia mengangguk. Pagi ini, aku tengah berada di salah satu kafe yang ada di sekitar rumah Mama, duduk berdua dengan pria yang aku bayar untuk mengintai rumah Ibu.
1032.3K viewsOngoingAdded to Library 1.3K Times as Detektif
Read
+Library
Mas, Ayo Bercerai!

Mas, Ayo Bercerai!

Detektif A, seorang pria paruh baya yang selalu nampak lelah. "Jadi?" tanya Haidar, suaranya lelah. "Masih nihil? Tidak ada transaksi, tidak ada kontak, tidak ada apa pun?" Haidar merasa beberapa detektif yang disewanya tidak ada yang hebat sana sekali. Mencari seorang wanita saja sampai menghabiskan waktu berbulan-bulan dan itu pun sama sekali tidak membuahkan hasil. Namun, Haidar masih berharap banyak pada mereka.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as Detektif
Read
+Library
Sekeping Hati yang Bertahan

Sekeping Hati yang Bertahan

Ia mulai mencari informasi tentang detektif swasta yang terpercaya, seseorang yang bisa ia percayai untuk menyelidiki situasi ini dengan hati-hati. Dengan tangan yang sedikit gemetar, Wulan menghubungi salah satu detektif yang direkomendasikan di situs yang ia temukan. Ketika sambungan terhubung, Wulan merasa seolah-olah ia baru saja melangkah ke dalam dunia yang sama sekali baru—dunia di mana rahasia dan kebenaran akan terungkap, apa pun konsekuensinya. "Selamat malam, saya Wulan. Saya butuh bantuan Anda," kata Wulan, suaranya terdengar tenang meskipun hatinya berdebar kencang.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as Detektif
Read
+Library
Suami Pengganti: Petarung Jalanan di Ranjang Nyonya Besar

Suami Pengganti: Petarung Jalanan di Ranjang Nyonya Besar

Drrrtt! Vania merenggut ponselnya dengan jemari yang mendadak sedingin es. Begitu menekan tombol hijau, dan menyalakan speaker, suara familiar yang tadi sempat terdengar samar dari sambungan telepon Bumi, kembali menggema melalui pengeras suara, namun kali ini dengan nada yang jauh lebih menekan, berat, dan mengintimidasi. "Selamat pagi, Nyonya Vania Valerine. Saya Detektif Januar dari Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Pusat."
108.9K viewsCompletedAdded to Library 283 Times as Detektif
Read
+Library
Catatan Detektif Kematian

Catatan Detektif Kematian

"Apapun bisa terjadi bukan? Sebagai detektif juga kau seharusnya bisa memahami segala kemungkinan yang ada. Aku yakin kau sudah mencapai kemungkinan ini bukan? Hanya saja aku terlalu denial untuk meletakkannya dalam sebuah kemungkinan."
1.4K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as Detektif
Read
+Library
Detektif

Detektif

Dia mengerjakan catatan sambil berpikir, mungkin ini adalah petunjuk penting yang bisa membuka jalan untuk mengungkap misteri ini. Ketika **Rizal**, detektif lapangan yang sudah berada di TKP sejak pagi, tiba di ruang tamu, dia membawa secangkir kopi dari kedai favorit di dekat kantor. Rizal adalah orang yang berpengalaman dan terkenal dengan ketajaman instingnya dalam menangani kasus-kasus sulit. “Dimas, aku bawa kopi untukmu,” kata Rizal sambil menyodorkan cangkir kopi. “Aku tahu betapa pentingnya kopi pagi ini.”
101.4K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as Detektif
Read
+Library
Pencuri Yang Merangkap Detektif

Pencuri Yang Merangkap Detektif

ulangnya, "dan polisi, ketika mereka menemukan mayatnya besok pagi di kebun yang dikelilingi pagar, sama sekali tidak akan mengerti masalahnya. Begitu juga kita, Bunda Coralie, dan kita tidak akan pernah tahu mengapa orang-orang itu mencoba menculikmu. Begitulah kenyataannya! Aku mungkin bukan sipir yang baik, tapi sebagai detektif aku lebih payah lagi!" Dia terus mondar-mandir di ruangan. Fakta bahwa kakinya, atau lebih tepatnya betisnya, telah diamputasi tampak tidak membuatnya merasa tidak nyaman. Walaupun sendi lutut dan tulang pahanya tetap bisa bergerak, ada ritme yang hilang dari gerakan pinggul dan bahunya, sosoknya yang jangkung cenderung memperbaiki
102.5K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as Detektif
Read
+Library
Misteri Rumah Tua Langley

Misteri Rumah Tua Langley

kata Detektif Alex memecahkan keheningan. Maya dan Viktor spontan menoleh kearah Detektif Alex dan hampir menjawab bersamaan "Ya itu bagus, Detektif" kata Viktor, "Ya itu lebih baik" Maya pun mengangguk setuju. "Saya akan menganalisis semua informasi" wajah Detektif Alex terlihat sangat serius. Detektif Alex, yang memiliki pengalaman dalam menyelidiki kasus-kasus yang kompleks, memulai dengan menganalisis informasi yang mereka miliki tentang The Shadow. Dia mencari pola-pola yang sesuai dengan kasus itu.
965 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as Detektif
Read
+Library
Obsesi Gila Si Pembuat Boneka Mayat

Obsesi Gila Si Pembuat Boneka Mayat

Ia kenal pria itu, salah satu detektif terkenal, detektif Zen. Suga berlari mengejar detektif Zen. "Pak, tunggu sebentar!" seru Suga. "Anda detektif yang menangani kasus pembunuhan di rusun kumuh itu. Apa saya boleh menanyakan sesuatu?" tanya Suga dengan sorot mata yang lelah. Detektif Zen mengerutkan keningnya. "Maaf, tapi Anda siapa?" tanya Detektif Zen.
101.6K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as Detektif
Read
+Library
Asisten Tersayang Detektif Tampan

Asisten Tersayang Detektif Tampan

"Anu, te-Terima kasih." "Lain kali jangan berkeliaran malam-malam sendirian di tempat seperti ini, untung aku segera menemukanmu, kalau tidak bagaimana? Kamu ini ceroboh sekali." "Siapa kamu ini? Kenapa kamu berkata seperti sedang mencariku?" "Aku memang mencarimu. Namaku Arsenio— Aku seorang detektif privat." "Detektif?" "Aku kenalan mendiang Dokter Gio."
105.7K viewsCompletedAdded to Library 120 Times as Detektif
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status