Dewa
Walau dia sendiri belum pernah dibaiki olehnya.
Rivani duduk di pojokan kantin dekat dengan kasir sebelah Barat. Lensanya tak henti-hentinya mematri paras Dewa yang tengah makan semangkok bakso beserta kawan-kawannya Chika, Dendi, dan Yazan. Dari kejauhan dengan jarak lima meja makan itu, dia tersenyum-senyum sendiri sembari memutar-mutar sedotan minuman jus jeruknya yang telah dipesan sedari tadi. Menurutnya Dewa nampak lucu kalau sedang melahap bakso seperti itu, seperti anak kecil saja. Lihat! Mulutnya belepotan, di dagunya mengalir kuah bakso. Ah, sungguh ceroboh! Tapi Rivani menyukai hal itu. Dia bahkan berpindah tempat duduk, sakedar untuk mendekatkan laju pandang pupilnya. Kali ini ha
Hot Chapters