Sehangat Dekapan Janda Muda
tanya Reina, tatapannya memelas dengan senyum manis untuk membujuk.
“Di mana?” tanya Arka lagi.
Reina terdiam sejenak mengingat nama tempat yang akan didatanginya nanti malam. “Bar Haze.” Reina menatap Arka yang masih diam. “Bolehkan, Kak?”
“Ya.” Arka mengangguk singkat. “Itu bar milik teman kakak.”
“Benarkah?” Senyum manis merekah di bibir Reina.
Melihat senyum manis wanita di hadapannya, Alvano terpaku. Dia sangat merindukan senyum itu. Namun, pandangannya teralihkan dengan suara Arka yang mengajaknya bicara.