Sang Penakluk Dewa
Ki Keling tertawa.
“Besok adalah besok, tidak ada yang tahu akan masa depan, Ki. Jumlah tidaklah penting dalam perang, yang paling utama adalah tekad dan keberanian. Kita memang tidak bisa mengalahkan mereka, tapi kita bisa berusaha bertahan sampai bantuan datang,” tutur Lintang.
“Ka-ka—kau?” Ki Keling melebarkan mata.
“Hahaha, anda tidak akan bisa menang berdebat dengannya Ki. Sudah kukatakan bahwa pengetahuan dan kecerdasannya jauh dari melebihi siapa pun,” Linguy tertawa.