Antara Ambisi dan Cinta
Sementara di kursi penumpang, Cantika duduk membeku—tubuhnya tegak, wajahnya muram, dan pandangannya tak lepas dari mobil putih di depan mereka.
“Elara pakai BMW seri terbaru,” gumam Trina tanpa diminta.
Cantika melirik dashboard, lalu ke arah BMW putih itu. Mobilnya bersih, berkilau, dan jelas bukan mobil perempuan biasa. Tapi justru dari situlah kesimpulan lain muncul.
“Dia bukan pengincar harta,” ujar Cantika pelan. “Kalau dia bisa beli mobil seperti itu … dia nggak butuh uang Ezra.”