Kidung Mayit
Di balkon lantai dua wanita itu berdiri dengan senyum misteriusnya.
"Nyai Damarwasih, terima kasih sudah datang, tumbal akan segera saya berikan. Hanya butuh beberapa hari saja, menjelang kematiannya, biar dia menikmati hidup sebelum waktunya tiba," ucap Widyawati dengan posisi masih bersujud.
"Hmmh, aku sudah tidak sabar menikmati darah segar itu, tapi aku akan berbaik hati. Melihat tumbal yang kau berikan sangat cantik," sahut wanita itu dengan suara lirih.
Hot Chapters