Janji Mas Ali
Ali hanya tinggal menjalani semuanya, seperti jalan hidup yang sejak awal sudah ditentukan untuknya.
Rencananya, Ali akan satu bulan di Jakarta, namun jika ia lolos tes maka dia akan bekerja di sana. Artinya, ia akan jauh dari desa dan jauh dari Lastri. Pikiran itu membuat tangan Ali terhenti sesaat saat melipat bajunya. Ia terduduk di tepi ranjang sambil mengusap wajah kasar. Dadanya terasa sesak membayangkan harus pergi tanpa bertemu Lastri terlebih dahulu.
Bagaimana jika perempuan itu mengira dirinya pergi begitu saja? Bagaimana jika selama ia di Jakarta, Subrata kembali mendatangi warung Lastri?