Siap, Mas Bos!
Bukannya cilok bisa pesan online?
[Saya pulang sekarang, pesan online aja ciloknya!]
Tling, cepat jawaban Aika membalas pesan.
[Bagus atuh. Beliin ya, cilok di pinggir kantor itu. Aika pengen yang itu, gak mau yang lain. Awas kalau gak beliin, nanti ileran lho!]
Ancaman Aika di pesan singkat itu sontak membuat sudut bibir Kairo naik. Apa dia bilang tadi, ngiler? Siapa yang akan ngiler? Seperti dia sedang mengandung saja.