Suami Premanku Ternyata Sultan
Kibasan tangan Riri semakin kencang, bahkan saat ini Riri sudah menggunakan kedua tangannya untuk mengipasi tubuhnya yang sedang kepanasan.
“Padahal tengah malam begini, kenapa hawa di sini panas sekali? Apa kedua AC-nya mati?.”
Riri menengok kearah pendingin ruangan yang terpasang tidak jauh darinya. Dua Ac sudah di nyalakan di suhu tujuh belas derajat, namun bagi Riri yang sedang kepanasan itu semua tidak ada apa-apanya.
“Maaf nyonya, sepertinya Ac di sini sedang rusak. Kalau nyonya berkenan, nyonya bisa pindah ke apartemen yang ada di samping.”