Terpaksa Akad
Tak aku pungkiri memang, Zi pasti lebih tergoda kepada lelaki yang berumuran sebayanya, dari pada kepada lelaki yang lebih berumur sepertiku.
“Maaf, Om! Tadi Zi salah ngatur suhunya. Kopinya kepanasan ya, Om?” tanya Zi yang berdiri di sebelahku, seperti biasa wanita itu menunggu penilaian dariku.
“Kamu apa tidak lihat, Zi? Kopimu sudah habis kuminum,” ucapku sambil menunjuk ke cangkir kopi di atas meja.
“Tapi, Om! Suhu kopinya hampir sama seperti suhu air saat mendidih. Zi pikir, Zi akan dapat marahan dari Om Zuan.”
Bab Populer