Jejak Lelaki Lain Di Tubuh Istriku
Aku membenahi posturku, mencoba mengingat gaya bicara Pak Rendra yang agak mendominasi dan suaranya yang sedikit berwibawa.
Tiba-tiba, pintu kamar terbuka dari dalam. Dinda berdiri di ambang pintu, tersenyum lebar.
“Aku sudah siap, Pak Rendra,” bisiknya.
Aku melangkah masuk. Aku melihat perubahannya. Dinda tidak mengenakan daster lagi. Ia mengenakan pakaian dalam lingerie sutra hitam yang belum pernah kulihat. Modelnya minim, transparan di beberapa bagian. Ia bahkan memakai stoking setinggi paha dengan renda hitam. Pakaian itu bukan miliknya; pasti dia beli secara daring dan menyembunyikannya. Dan aku tak mempertanyakannya. Jika dia mau, pasti nanti dia akan cerita.