Bias Cinta
Cinta buru-buru mencekal tangan Ranu, agar wanita itu tidak pergi lebih dulu.
“Ada undangan,” ucap Cinta mengeluarkan sebuah undangan berwarna hitam dari tasnya. Menyerahkan pada Ranu. “Dinda nikah sabtu ini. Jadi, jangan pernah lagi punya pikiran buruk sama dia dan jangan khawatir dengan apa pun. Karena dari awal, Dinda nggak punya perasaan apa-apa sama Altaf.”
Ranu terdiam. Dengan perlahan, ia membuka undangan tersebut dan membacanya. Saat melihat nama mempelai pria yang tertulis di sana, tatapannya berpindah cepat pada Cinta.