Kontrak Rahasia Guru Tari
“Bu, sepertinya… bagian sini sangat sensitif. Biar kuperiksa.”
Di dalam studio tari pribadi yang sepi dan tertutup rapat oleh tirai, tubuhku ditekan kuat-kuat ke dinding cermin yang dingin.
Lututnya yang kuat terbungkus celana olahraga, dengan paksa menyelinap di antara kedua kakiku. Melalui kain tipis gaun tari yang kupakai, dia terus menggesek bagian terdalam di antara pahaku yang telah basah.
Sementara itu, tangan besarnya menyusup dari kerah bajuku tanpa hambatan, meremas bagian dadaku yang montok hingga meninggalkan jejak-jejak kemerahan yang memalukan.
Rasa ngilu yang hebat dan sensasi yang mendebarkan membuat pertahananku runtuh sepenuhnya. Belum sempat aku menangis memohon ampun, jari panjangnya yang agak kapalan sudah langsung menyingkirkan celana dalam thongku, lalu menyusup ke dalam lubuk yang paling tersembunyi….