Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Palsu Presdir

Istri Palsu Presdir

tanya Arthur. “Menunda keputusan,” jawab Adrian. “Bukan menutup kemungkinan.” Arthur terdiam cukup lama. “Apa itu berarti memberi ruang pada Kairos?” tanyanya lagi, kali ini lebih tajam. Adrian mengangguk tipis. “Ya. Dengan batas yang jelas.” Hening kembali mengisi ruangan. Arthur menatap meja kerjanya, lalu mengangguk pelan. Sangat pelan.
1031.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 920 kali sebagai discretion artinya
Baca
+Pustaka
Sang Kekasih Berambut Merah

Sang Kekasih Berambut Merah

Siswa tersebut mengangguk ibarat bocah yang baru saja dicambuk supaya disiplin. "Pertanyaan selanjutnya." "Bapak bilang Bapak adalah seorang kolektor seni, tapi Bapak hadir sebagai kritikus seni. Apakah semua kolektor seni adalah kritikus seni?" "Apa maksud pertanyaanmu?" Claude lagi-lagi berekspresi datar. "Kau tidak bisa meminta saya untuk menjawab pertanyaan yang jawabannya sudah kau ketahui."
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai discretion artinya
Baca
+Pustaka
Menikahi Anak Presdir

Menikahi Anak Presdir

"Bisa kita menggambar itu saja?" "Tentu." Athaya tersenyum. Setelah menganggukan kepala, Arawinda pun mulai menyoretkan sketsa di atas selembar kertas pemberian Athaya. "Sebenarnya, titik dari serunya menggambar adalah saat kita memutuskan ide sketsa, saat tangan kita mulai menari bersama pensil dan saat pembubuhan warna. Karena menurut saya, ketiga aspek tersebut bisa memiliki makna terselubung. Tentang perasaan, pikiran dan lain hal."
102.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai discretion artinya
Baca
+Pustaka
Herrscher (Divina Futuri)

Herrscher (Divina Futuri)

“Kau benar. Namun kali ini, aku harus menggunakan kuasaku untuk itu. Aku tahu kau diberikan karunia seperti itu. Namun itu sudah tidak relevan lagi untuk jaman ini. Bukankah sudah tahu kalau prinsipmu boleh disebarkan di sini. Namun dengan syarat prinsipmu tidak boleh membuat manusia melakukan diskriminasi terhadap manusia yang tidak sejalan dengan prinsipmu.” “Aku tahu soal itu.” “Kau tahu soal itu. Namun karena prinsip yang kau sebarkan itulah, manusia di sini sekarang menjadi diskriminan terhadap lainnya. Dan kau sekarang tidak punya kuasa untuk mengubahnya. Dan kini aku harus memperbaiki hal itu.” “Apakah kau sudah mendapat persetujuan dari Sang Pencipta untuk melakukan itu?”
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai discretion artinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status