Seumur Hidup Terlalu Lama
Ia menunjuk bungkusan besar yang tadi ia bawa—di dalamnya ada mixer, wadah stainless, alat pemotong, dan cetakan sabun.
Pak Alwi melirik tas besar di samping Uma, lalu tertawa kecil. Bukan mengejek, tapi justru terdengar tulus dan penuh empati.
“Wah, Ibu kreatif, ya? Bagus sekali idenya. Selain bisa dipakai sendiri, siapa tahu bisa jadi cuan. Nanti kalau sabun-sabun buatan Ibu sudah jadi, saya adalah pelanggan pertama!” janji Pak Alwi serius.