Cacian Keluarga SuamiKu
Dalam benaknya, ia kembali mendengar suara Ki Sangkala—atau entah siapa—berbisik:
“Kasih sayangmu adalah kekuatanmu, tapi juga kelemahanmu. Selama hatimu terikat pada mereka, aku selalu punya jalan…”
Arthayasa menggertakkan gigi, lalu menguatkan doa dalam hati. Ia memeluk bayangan itu dengan seluruh kekuatannya, meski tubuhnya seakan terbakar es.
Ki Darmaya segera menekan tongkatnya ke tanah, membaca doa dengan lantang. Santri-santri bersuara serempak, ruangan bergetar oleh gaung doa itu.
Hot Chapters