DIAMNYA ISTRIKU
Mungkin Tuhan ingin menguji kekuatan hatiku.
"Aku sayang kalian, Ibu, Bapak. Saat ini aku hanya bisa membahagiakan kalian lewat doa. Aku ikhlaskan kalian pergi. Bukan tak sayang, tapi supaya kalian bisa tenang. Semoga Tuhan selalu mempertemukan kita di dalam mimpi. Sehingga bisa menjadi obat kerinduan tersendiri," lirihku kemudian kembali bangkit.
"Aamminn… kamu kuat, Ndah. Kamu wanita hebat," ucap Reyhan yang sudah berdiri di belakangku.