CALON MERTUAKU
Aku coba, aduh rasanya pahit sekali.
“Air apaan, sih, ini?” tanyaku.
“Ini air doa, Kak, dari Bang Dani. Biasanya kalau sakit kepala sikit Insya Allah sembuh pakai ini. Jadi tak perlu pakai obat lagi. Tapi kenape, Bang, dengan Akak malah terase pahit.” Dia lagi bicara denganku tapi malah melihat Dani.
“Husnudzhon saje, Sarah. Dah, mari kite antar Akak ke rumah die,” ucap Dani, tapi aku enggan.