여기 doa mengusap kepala와 관련된 100개의 소설이 있습니다. 일반적으로 doa mengusap kepala와 같은 이야기는 Romansa, Fantasi 및 Rumah Tangga 등의 다양한 종류에서 만나볼 수 있습니다. GoodNovel에서 Pak Ustadz, Jadilah Imanku!부터 시작해보세요!
Walau sesekali kadang pulang membawa uang, tapi tentu lebih banyak zonx dari pada hoki.
Entah kenapa tiba-tiba kepalaku terasa pusing. Lebih dari kemarin yang aku rasakan. Rasanya ingin kepala ini aku ketok pakai palu.
"Kamu kenapa?" tanya Abu gosok terdengar khawatir. Aku sudah tak peduli. Kupegangi kepalaku erat, bahkan sampai aku menarik kasa yang melingkar di kepalaku.
"Dokter, suster!" Hanya suara Abu gosok terdengar lantang. Aku sudah tak dapat membuka mata, karena hanya akan melihat bumi berputar.
batin Intan.
"Hai, kamu melamun, Intan!"
"Ups sorry,"
Kepala Intan kini tiba-tiba terasa sakit sekali,
"Arrrggg," rintih Intan.
"Tuhan. Mengapa kepalaku sakit sekali,"
Seperti yang sudah disarankan, Intan harus membaca doa-doa.
Suara bisikan-bisikan itu kembali terdengar, namun suaranya bertambah menjadi semakin jelas.
Karin memejamkan matanya dan berdoa kepasa sang Kuasa, semoga saja.
***
Telat update, mood lagi gak enak. Jadi berpengaruh banget sama tulisan aku.
See you...
Digetoklah kepala Agni pakai setangkai mawar.
"Harusnya pakai daun kelor, biar sekalian kayak di-ruqyah. Otaknya memang tidak ketulungan mesumnya," seloroh Puspa sambil lewat. Berjalan ke arah pelanggan yang seketika mengucapkan terima kasih.
"Mau dong di-ruqyah. Apalagi kalau priest-nya model Cha Eun Woo di drama Island. Rela aku diapa-apain sama dia."
Tawa yang terdengar seperti seseorang menyaksikan dirinya terbakar dari kejauhan.
“Bodoh,” desisnya, kepala tertunduk. “Persetan kau, Noah! Kau benar-benar bodoh.”
Tubuhnya tiba-tiba menegang. Perutnya seperti dipelintir kasar. Hangover, alkohol, dan rasa jijik pada diri sendiri menyerang bersamaan.
Noah bangkit terlalu cepat, hampir tersandung. Ia bergegas ke kamar mandi.
tanya Neo untuk pertama kalinya terdengar sabar.
Naya kontan menyebutkan setiap bagian tubuhnya yang sakit satu-persatu. Beberapa saat kemudian pria sipit itu berlalu setelah menyuruh Naya menunggu sambil memberikan sedikit usapan di puncak kepala.
Naya memandangi pintu di mana suaminya tadi berlalu sambil meraba bekas usapan Neo di kepala. Rasanya ... begitu geli dan mendebarkan.
kata Seruni merebut kapas dari tangan sang suami.
Wanita itu bangkit dari duduknya sambil membawa kapas yang diberi larutan alkohol untuk membersihkan lukanya, perlahan dia membersihkan lukanya yang cukup parah, darah memang sudah tidak mengalir lagi tapi tetap saja terasa sangat sakit apalagi kalau dia coba untuk bicara.
"Pakai ini kalau sudah bersih," gumam Jagat yang sejak tadi memperhatikan sang istri dengan sorot mata bersalah.
Deo memecah keheningan dengan mengusap puncak kepala Tania pelan.
“Enggak kok,” sahut Tania tanpa menoleh.
Deo menarik tangannya kembali dan terkejut saat sebagian rambut Tania rontok dan terperangkap di sela-sela jarinya.
“Tan, rambut kamu kok ....”
Tania menoleh dan menyahut kalem.
“Rambutku emang rapuh Kei, serapuh fisikku.”
Deo yang melihat Tania mimisan, cepat-cepat mengulurkan tangannya untuk mengusap darah yang keluar.
I'm already head over heels on you.
Head over heels.
Head. Over. Heels.
Demi aroma popcorn bioskop yang sangat menggugah selera, Serena memikirkan kalimat Daffin itu semalaman. Bahkan pagi tadi ketika Daffin menjemputnya, Serena kembali teringat. Senyum gadis itu mengembang sempurna mengalahkan kue bolu buatan Jean tadi pagi. Bukan lagi sekedar pernyataan cinta menye-menye ala drama Asia Timur, tapi head over heels katanya.