Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Selir Idaman Raja

Selir Idaman Raja

bisik Barra nyaris tanpa suara. Sarah mengepal. Panglima Dasco benar-benar berada di bawah istana, tidak di perbatasan. Mereka sedang berbicara serius, sesekali menoleh ke arah peta yang terbentang di atas meja batu. “Kau terlalu ceroboh dengan Reska,” suara Dasco terdengar berat. “Kenapa kau biarkan dia pingsan di dekat gerbang?”
10595 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai doa sang pendosa
Baca
+Pustaka
Pesona Sang Penakluk

Pesona Sang Penakluk

Dia baru bertransmigrasi ke tempat ini selama satu hari, tapi sudah menemukan beberapa musuh. Berpikir sampai di sini, Rama merasa sangat perlu memiliki fisik yang prima. Jika tidak, dengan stamina pemilik tubuh sebelumnya, dia akan kewalahan bila bertemu lawan yang tangguh. Rama baru mengakhiri latihannya setelah dipanggil Sarah untuk sarapan. Saat tengah makan bersama, Pandu datang. "Rama, kamu dipanggil Paman Wiguna. Katanya, ayo sama-sama berburu ke Gunung Sembuana, dia sudah menyiapkan anak panah yang bagus untuk jaga-jaga kalau bertemu binatang buas."
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai doa sang pendosa
Baca
+Pustaka
Dosa dalam Cinta

Dosa dalam Cinta

Dan di detik berikutnya, laut yang semula bergulung tenang mulai beriak liar, menciptakan pusaran hitam di tengah ombak, seolah ada sesuatu yang bergerak dari bawah, mendorong permukaan air hingga bergetar. Dari dalam pusaran itu, muncul bayangan—tinggi, kurus, kabut menggulung di sekeliling tubuhnya seperti jubah yang hidup, dan matanya... dua titik merah terang yang membakar gelap, menyorot dengan kebencian yang nyaris mendidih. Mulutnya terbuka, menganga lebar, dan dari celahnya keluar suara Kalina—retak, terdistorsi, seperti rekaman suara yang diputar mundur, setiap kata menggores dinding jiwa. “Satrio... kau pikir doa bisa melindungi? Kau pikir cinta bisa menyelamatkan? Ini... hanya awa
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai doa sang pendosa
Baca
+Pustaka
Istri Penebus Dosa

Istri Penebus Dosa

“Suamimu terlihat posesif, tapi tidak memberimu cincin.” Setelah mendapatkan nomor telepon Syera, Aldo bergegas pamit undur diri. Begitu juga dengan Tama dan Syera yang kembali melanjutkan langkah menuju ruang dokter kandungan. Yang membuat Syera heran, ekspresi Tama tampak menggelap setelah mereka bertemu dengan Aldo. Padahal lelaki itu juga tahu kalau Aldo hanya sepupunya.
1016.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 379 kali sebagai doa sang pendosa
Baca
+Pustaka
Sang Penguasa

Sang Penguasa

Amanda Douglas tidak pernah melihat pria ini, dia mengira pria ini adalah karyawan perusahaan yang rendah, maka dia langsung marah besar, "Kamu berasal dari divisi mana, berani-beraninya masuk ke ruangan presiden begitu saja?" Sementara Risma yang mengenali pria ini langsung memucat, dia langsung menutup mulut Amanda Douglas, "Kamu diam!" Dia ini adalah penanggung jawab utama Los Pecados, kalau Amanda Douglas membuat pria ini marah, maka YNetwork mungkin akan hancur dalam satu malam!
8.8146.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.7K kali sebagai doa sang pendosa
Baca
+Pustaka
PESONA SANG PEWARIS

PESONA SANG PEWARIS

Dan dia memegang bahu pria bernama Lukas dengan sangat senang. “Hemm, baik” Lukas hanya membalasnya dengan senyum tipis “Yaampun Tuan, saya senang bertemu anda disini. saya kira anda kenapa-kenapa” pria setengah paruh baya itu tampak lega mengamati sekujur tubuh Lukas yang tak terluka sama sekali. “Tidak usah lebay Bagas, memang saya kenapa. Saya baik-baik saja” ucap Lukas.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai doa sang pendosa
Baca
+Pustaka
Terjebak Trauma Sang Duda

Terjebak Trauma Sang Duda

"Sedang mencari buku apa, Sa?" "Buku untuk skripsian, Mbak, sekalian ketemuan dengan dosen. Mbak Kaneen?" Sasa menyejajarkan tubuhnya di sisi kiri tubuhku, kemudian kami berjalan beriringan. "Kian sudah ke Amerika, ya, Mbak?" Wajah gadis tampak berbinar, sama sekali tak peduli dengan tatapan lalu-lalang yang mengatakan bahwa Kaneena adalah mantan artis berskandal.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai doa sang pendosa
Baca
+Pustaka
Pendekar Dua Jiwa

Pendekar Dua Jiwa

Yo Sa memberi salam dengan sopan, sedikit membungkuk. "Saya Yo Sa, murid Hengshan, dari puncak gunung Taiping. Keponakan jauh dari Yo Qiang, istri gubernur Tao Qian." Yo Sa memperkenalkan Sima Shi dan Sima Zhou, sembari memberi kode bagi seorang gadis pendekar memberi lambang giok naga berwarna putih susu pada pria bersenjatakan tombak. "Hh? Adik Zhou dan Shi?" Deng Ai datang bersama beberapa penduduk desa, mereka membawa beberapa korban.
9.761.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai doa sang pendosa
Tampilkan Ulasan (59)
Baca
+Pustaka
WarmIceBoy
Novel 'Pendekar Dua Jiwa' telah tamat, tapi kisah Zhou dan Bian terus berlanjut. Kelanjutannya bisa dicari pada novel 'Legenda Han dan Jin', pada awal bulan November hanya di GN. Terima kasih atas dukungannya. Kedepannya akan saya perbaiki fokus karakter. Okay, semoga harimu menyenangkan. :)
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang promo y thor Ksatria Pengembara adalah CERSIL NUSANTARA Hadir sebagai Cersil Nusantara yang mengangkat cerita pendekar-pendekar dari seluruh nusantara, bukan hanya pendekarnya, tapi juga semua ilmu-ilmu yang melegendapun ada disini. UPDATE TIAP HARI Jgan lupa mampir y
Baca Semua Ulasan
Karma Sang Penggoda

Karma Sang Penggoda

jawab Adit. "Ya sudah. Jangan terlalu malam ya. Mumpung besok hari libur kita jalan-jalan, mau gak?" "Jalan-jalan kemana, Pih?" tanya Deo. "Kemana saja, terserah. Deo maunya kemana?" tanya Mas Mahesa. "Aku mau ke Korea, mau mandi salju. Terus ketemu sama blackpink." seloroh Deo. Mas Mahesa menautkan alis, mengusap lembut rambut anaknya.
9.832.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 707 kali sebagai doa sang pendosa
Baca
+Pustaka
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Pria berumur yang rambutnya mulai memutih itu kemudian terbahak. "Ayah!" ibu memukul bahu ayah seraya mendelik. Mengisyaratkan ada Dara yang masih di bawah umur. Setelah makan malam yang dimajukan jadi makan sore selesai, ibu memintaku segera bersiap. Sedangkan ibu dan Dara yang membereskan meja makan. Setelah semuanya siap, kami segera berangkat ke Loksado yang terletak di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai doa sang pendosa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status