Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sang Pengaman

Sang Pengaman

Begitupun Desi, ia menyadari betul jika dirinya mengeluarkan suara maka hidupnya akan segera berakhir. Dari celah kecil, Ato melihat pergerakan Jodi yang mulai menjauh. Tapi pada akhirnya sesuatu yang dikhawatirkan Ato, terjadi juga. Ponsel miliknya yang terjatuh, tiba-tiba berbunyi dengan mengeluarkan nada yang cukup keras. Jodi dan beberapa temannya yang mendengar suara ponsel itu langsung bergegas memeriksa tempat yang tak jauh dari persembunyian Ato.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 129 Times as doa sang pendosa
Read
+Library
Sang Pendekar

Sang Pendekar

jawab Panglima Janeka sedikit menoleh ke arah Panglima Karmapati. Panglima Karmapati seperti faham akan isyarat yang diberikan oleh Panglima Janeka. Maka, ia pun menimpali, "Ya, hamba pun sangat yakin. Kalau orang bertopeng itu adalah Daksasana," ucap Panglima Karmapati membenarkan ucapan Panglima Janeka. Ketika Prabu Durdona sedang berbincang dengan kedua panglimanya, tiba-tiba terdengar dentuman keras dan sebuah benda besar menghantam pintu gerbang istana.
9.9166.5K viewsCompletedAdded to Library 4.0K Times as doa sang pendosa
Show Reviews (150)
Read
+Library
CahyaGumilar79
Terima kasih untuk semuanya yang sudah mampir di cerita ini. Buat Reader semua yang suka dengan karyaku, kalian bisa mampir juga ke cerita lainnya. Pandu Kesatria Genda Yaksa, Wanara, Sang Pendekar Season 2. Segala bentuk dukungan dari kalian sangat berarti buat aku sebagai penulis. Terima kasih...
Zhu Phi
Kalau berkenan mampir ya kak Cahya di Ksatria Naga Phoenix Ditunggu review-nya dan sarannya Terima Kasih Numpang promote juga ya Kisah ini bersetting kerajaan, persilatan, fantasi, serta misteri yang tidak terpecahkan
Read All Reviews
Rahim Penebus Dosa

Rahim Penebus Dosa

Jantungku sampai kelabakan dibuatnya. Seiring dengan datangnya suara tembakan itu, kegiatan jambak-menjambak pun terhenti meski tangan kami masih bertahan di kepala lawan. Aku mengalihkan pandangan ke depan tangga. Di sana, Dewa berdiri tegak seperti dewa perang. Dialah orang yang melepaskan peluru ke langit-langit, membuat bapak-bapak—Papa Adendra, Om Prima, serta om-om Jevin—menunduk sambil menutup kedua telinga. Bahkan salah satu omnya Jevin sampai tengkurap di lantai.
109.6K viewsOngoingAdded to Library 297 Times as doa sang pendosa
Read
+Library
Do'a Disepertiga Malam

Do'a Disepertiga Malam

Arka menelpon lewat telepon group karena Papa Darwin masih diluar kota. "Alhamdulillah" balas mama dan papanya mengucapkan rasa syukur terharu. "Iyaa Arka jadi dokter, Shea bakal sembuh Ma Pa ada Arka." "Iyaa nak terimakasih Mama senang" Sahut Mama Alina penuh haru. "Yasuda Arka pulang sekarang ya, Assalamu'alaikum" Arka mengucapkan banyak terimakasih kepada Coastnya, Ia juga tak lupa bersyukur kepada Allah yah telah mengabulkan Doa disepertiga malamnya, disetiap sujudnya.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as doa sang pendosa
Read
+Library
Obsesi

Obsesi

Pendosa berteriak sembari memuntahkan darah, menyadari bahwa dia sudah bisa bersuara, dia lantas mengumpulkan seluruh tenaganya dan berteriak sekuat yang dia bisa di depan lubang perapian. "IRISH! LARI!! WINTER ADALAH-" Teriakan itu terputus dengan kepala Pendosa yang menggelinding di lantai. Mati.
104.8K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as doa sang pendosa
Read
+Library
Sang Penggoda

Sang Penggoda

Tangan Prasetyo bermain pada gunung kembar wanita paruh baya itu yang sudah tertutup rapi. “Mas, kalau kita seperti ini kapan aku akan pulang?” tanya Linda dengan manjanya. “Aku hampir lupa, Sayang. Untung kamu ingatin aku, habisnya dirimu bikin candu,” jawab Praseto melepaskan tubuh Linda dari dirinya.
3.1K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as doa sang pendosa
Read
+Library
Titik Nadir Sang Pendosa

Titik Nadir Sang Pendosa

Kepalanya terasa pening terkena tangan bapaknya. Dia memeluk lutut saat melihat Bendri mengangkat kaki. Naura memejamkan mata dengan erat, bersiap merasakan sakit kembali saat tendangan itu mendarat di tubuhnya. Naura pasrah. Dia malah berdoa semoga hari ini terakhir kali dia menghirup napas di dunia ini. “Bendri! Sudah gila kamu?”
1021.7K viewsOngoingAdded to Library 630 Times as doa sang pendosa
Show Reviews (12)
Read
+Library
shameita
thor yang bai...dan selalu pny byk ide dlm plot novelnya.... tolong dong judul² ini di upload di GN juga thor..... PLEASEEEE.... :) Air mata sang bidadari Mencintai harapan Dermaga yang terbelah Akankah selamanya luka Kita yang terluka Menyulam air mata Masih yang terindah
Ayu Ayuningtiyas
ceritanya bagus Thor, pembelajaran utk semua anak gadis agar bisa menjaga diri dan kehormatannya,jgn percaya sama mulut manis dan kelakuan laki" yg bilang cinta dan sayang.semoga ada kehidupan yg lebih baik lagi untuk Naura.
Read All Reviews
SANG PENGGODA

SANG PENGGODA

Tapi kenapa susah sekali mencari alamat itu. Hardin merasa kepalanya semakin berat dan semakin berputar-putar. Dia tidak tahu bahwa dua botol minuman bersoda yang tadi dibelinya itu mengandung alkohol. Pandangannya kian terasa kabur dan berkabut. Tubuh laki-laki itu pun tersungkur di atas aspal di tepi trotoar pejalan kaki di Daerah Daejeon. Keberadaannya cukup menarik perhatian banyak orang yang berlalu lalang melalui trotoar jalan itu. Saat itu Hardin belum sepenuhnya kehilangan kesadaran. Dia masih bisa tertawa-tawa sendiri sambil sesekali mengoceh tidak jelas.
1019.1K viewsCompletedAdded to Library 457 Times as doa sang pendosa
Read
+Library
Pengasuh Untuk Sang Duda

Pengasuh Untuk Sang Duda

Selina bisa bernafas lega, karena sebentar lagi dia bisa duduk. "Sekali lagi selamat atas pernikahannya buat kalian berdua. Aku selaku teman kamu merasa begitu bahagia, Selina. Karena kamu sudah mendapatkan kebahagiaanmu yang sesungguhnya. Benar kata kamu waktu itu, jika jodoh pasti tidak akan pernah ke mana. Se jauh apa kita melangkah, jika sudah berjodoh pasti akan kembali lagi," ujar Reno, dengan raut wajah kebahagiaannya.
1050.3K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as doa sang pendosa
Read
+Library
Pesona Sang Mantan

Pesona Sang Mantan

bisik Reynanda tepat ditelinga Camelia. Mendengar bisikan itu tubuh Camelia meremang serta panas dingin tak karuan. "Pervert." ucap Camelia berusaha melepaskan diri. Ia tidak ingin kembali terjebak oleh pesona Reynanda. Reynanda hanya tersenyum, ia menyentakkan tangannya sehingga tubuh Camelia refleks jatuh kedalam pelukannya. Keduanya saling mengunci pandangan mata masing-masing, seolah sedang menyelami kebenaran apa yang ada didalam pancaran mata tersebut.
1010.2K viewsCompletedAdded to Library 377 Times as doa sang pendosa
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status