PUTRI BUNIAN YANG TERNODA
Terlebih dalam kondisi seperti ini.
“T-tapi, Da, apa ndak terlalu kejam kalau awak membunuh bayi tak berdosa ni?” protes Munir.
“Alah, Belanda tu membunuh saudara awak ndak pernah memikirkan dosa. Mengapa pula awak harus bicara dosa terhadap keturunannya? Sudahlah Nir, jangan banyak protes, ini demi keamanan awak dan seluruh warga di nagari ni. Malah awak akan dianggap sebagai pahlawan karena membunuh musuh. Surga nanti menanti awak,” kilah Nasir, seenaknya menjanjikan surga, seperti surga itu punya bapaknya.
Hot Chapters