PERMAISURI YIN
A Yin memejamkan mata sejenak, membiarkan jemarinya menyusuri benang emas yang menyulam tepi kain.
"Sekalipun dunia terus berubah menjadi lebih maju, hanya janji yang tulusku yang tetap abadi, Pangeran," gumam A Yin.
Li Wei menaruh sesajen kecil di atas altar. Beras putih yang melambangkan kemurnian hati, kelopak mawar merah sebagai simbol cinta yang tak tergoyahkan, serta secarik kertas doa yang ia tulis dengan tangannya sendiri. Sebuah doa yang tak hanya meminta berkah, tetapi juga mengakui perjalanan mereka bersama dalam suka dan duka.