Chapter 1 'Domestic na Kanojo' langsung menampilkan Natsuo Fujii sebagai karakter utama yang kompleks. Aku terkesan dengan cara mangaka menggambarkan konflik batinnya—remaja biasa yang terjebak dalam cinta terlarang pada guru sastra, Hina. Adegan di mana dia menulis novel berisi perasaannya itu relatable banget, kayak jeritan jiwa anak SMA yang bingung antara idealisme dan kenyataan. Yang bikin menarik, Natsuo bukan sekadar karakter klise; dia punya kedalaman, seperti saat dia memaksakan diri 'move on' dengan Rui, tapi malah terlibat dalam hubungan rumit.
Yang bikin chapter ini nendang adalah dinamika antara 'kepolosan' dan 'keputusan gegabah'. Natsuo yang awalnya cuma pengin melupakan Hina, malah terlibat one-night stand dengan Rui—adik tirinya sendiri! Plot twist ini bikin aku ngerasa, 'Duh, hidup emang suka ngejutin ya.' Karakternya digambarkan bukan sebagai playboy, tapi sebagai anak labil yang terbawa emosi, bikin pembaca bisa simpati meski tindakannya kontroversial.