Nikah Yuk, Gus!
Tempat yang semula riuh dengan tepuk tangan, lompatan tubuh anak muda juga berserakan obrolan-obrolan pelampiasan penuh umpatan, mendadak sepi. Halaman parkir dikerubungi dengan sampah plastik dan botol soft drink. Debu berhamburan dipermainkan angin. Gerbang besi mendadak menampilkan karat, lama tidak diusap tangan kekar satpam. Gus Farhan menendang pintu gerbang, gembok rantai menciptakan bunyi gaduh. Karena tidak ada yang membukakan, Gus Farhan akhirnya memanjat gerbang. Ballroom kosong, dihuni kenangan asing yang menyisakan jejak di meja-meja bar. Botol-botol minuman keras masih utuh di dalam krak, tersusun rapi di sebelah kulkas dan freezer. Tiada waitres, apalagi pengunjung, mic karaok
Bab Populer