PERMINTAAN GILA KAKAKKU
Aku mengingatkan setelah setengah jam berlangsung.
“Ah, iya, Kang. Kami harus pulang, takut kemalaman. Kita lanjut diskusi lewat telepon saja.” Kak Daffa mengeluarkan kartu nama dari dompetnya. “Ini kartu nama saya, nanti chat, ya, Kang.”
“Masyaallah. Saya tidak menyangka punya teman konglomerat. Pantas dulu tidak pernah masalah kalau kehilangan celana dalam.” Pria itu terpana melihat kartu nama Kak Daffa.