DENDAM SANG PUTRI
teriak Dorothy pada seorang lelaki tua yang terlihat sedang memerah susu sapi.
“Baiklah, perempuan cerewet!” Lelaki itu tampak melambai-lambaikan topinya ke arah Dorothy dan Putri Kimberley.
“Ayo, Wilona!” Dorothy menggandeng tangan gadis itu, tampak ia bahagia sekali melakukannya.
Lima menit kemudian, mereka pun sampai di depan sebuah rumah kayu yang terlihat sangat bersih dan apik sekali.
“Nah, ini rumah kami, Wilona! Rumah kami sederhana, tapi semoga menyenangkan untukmu.” Putri Kimberley tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.