Candu Pelukan Hangat Bos Dingin
tawar Dinara sambil mengeluarkan bahan-bahan tersebut.
Andaliman mengangguk antusias. “Apa saja untuk perutku. Double ya, Din... perutku benar-benar protes karena meeting maraton tadi.”
“Oke, Mas...”
Dinara pun dengan sigap mempersiapkan roti isinya. Namun, Andaliman yang tadinya hanya duduk tenang, mulai beranjak dan menghampiri Dinara di konter dapur. Ia tidak hanya menunggu, tapi mulai mengoceh tentang kejadian-kejadian lucu selama proyek berlangsung, bahkan meniru gaya bicara Elang yang kaku dengan sangat kocak. Dinara tidak bisa menahan diri, ia tertawa kecil mendengarkan ocehan Andaliman yang jenaka. Suasana dapur yang tadinya sunyi mendadak terasa hangat dan hidup, sangat kontras deng
Hot Chapters