Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mistake

Mistake

kata thea menentang dua mug kuning dengan gambar bear . "pecah engak kalau di bawa pulang " "nanti di bungkua pake kardus jadi gak bakalan pecah". "yaudah beli berapa gitu jangan warna kuning aja , warna lainnya juga". thea mengangguk dia pun langsung mengambil mug berwarna kuning , merah , putih , tosca dan biru tentunya dengan gambar yang berbeda ya dan gak sama.
8.712.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 325 kali sebagai dongeng telaga warna
Baca
+Pustaka
Another Side of EARTH

Another Side of EARTH

"Sejujurnya aku tak pernah keluar area pondok itu, sekitarnya sudah dipasang pagar gaib. Makanya tak ada Chimaera yang mendekat kesana dan...." "Madeline, awas!" "Kyaaaaaorrrg!" "Kyaaaa! Ah... bagaimana bisa?" Dova menyerang Chimaera yang baru saja lewat dihadapan Madeline tadi. Darah hewan itu aneh, berwarna hijau terang mengalir begitu saja. Madeline masih syok dengan peristiwa tadi. "Kau ini! Kenapa tidak waspada?" "Ma-maafkan aku tapi...."
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai dongeng telaga warna
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Susan S
Kak Dita mah nggak perlu diragukan lagi. Tapi btw kok aku lebih suka Scifinya ya daripada genre yg lain yg kakak tulis. Ini tuh gimana ya. Meski baru baca 3 bab tapi asik banget gitu dibacanya. Kayaknya kak dita nyaman sama genre ini. Fellnya nonjok banget. Dan lebih bebas tentunya.
Shell
Scifi memang seru. Btw suka sama gaya bahasanya. Jadi keinget cerpen Millenium 11 karya Kak San. Settingnya sama2 masa depan. Meskipun punya Kak San lebih jauh lagi. Tapi konsep ceritanya sama2 keren.
Baca Semua Ulasan
Istri yang Terpaksa Kau Nikahi

Istri yang Terpaksa Kau Nikahi

Ia bahkan hampir lupa kembali dengan minuman soda ini. Tangan perempuan itu kemudian terulur meraih kaleng berwarna merah muda dengan gambar buah peach sebagai ikonnya. Detik setelahnya, wanita bersurai hitam itu mendekatkan ujung kaleng dan mencerup cairan bergelembung di dalamnya. Akan tetapi Selepas meneguk minuman itu dahi Serra berkerut membuat Gamma yang baru saja mengeluarkan ponselnya mengangkat kedua alisnya. "Kenapa?"
9.8965.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38.6K kali sebagai dongeng telaga warna
Tampilkan Ulasan (71)
Baca
+Pustaka
Sinar Rembulan
Terima kasih kepada kakak-kakak yang telah membaca cerita Istri yang Terpaksa Kau Nikahi ini. Jangan lupa vote dan komen ya! See you di cerita yang baru 🤍 untuk visual character tokoh dalam buku ini bisa kunjungi IG author di @sinarrembulann. Thank you.
Aurora Aurora
nyesek baca di bab 99 RUNTUH... Hiks...hiks .. ikut nangis... terharu nyesek banget , Uda ga jujur di awal berjuang sendiri untuk mencintai, tapi belum dapat kepastian dari Gama ... yang masih belum bisa lepas dari masa lalunya.. Memang ga enak kalau hadir bukan sebagai orang yang pertama...
Baca Semua Ulasan
Ah! Mau Lagi Dong, Bang Ucup

Ah! Mau Lagi Dong, Bang Ucup

Dunianya seolah berhenti berputar. ​Di atas sofa beludru, duduk seorang wanita muda yang sangat cantik. Ia mengenakan lingerie berwarna merah menyala yang kontras dengan kulit putih bersihnya. Rambutnya terurai indah, dan matanya menatap tajam namun menggoda. ​"Hai..." sapa wanita itu dengan suara yang bisa melelehkan es di kutub utara. ​Ucup terdiam seribu bahasa. Matanya berkedip cepat. Ia segera berbalik badan, membelakangi wanita itu. "Maaf... sepertinya saya salah kamar. Maafkan saya!"
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai dongeng telaga warna
Baca
+Pustaka
Awas, Ada Berondong!

Awas, Ada Berondong!

*** Suasana kantin SMA Harapan Bangsa siang itu tampak bising dan penuh sesak oleh siswa-siswi yang merebutkan tempat duduk. Di salah satu meja sudut, Tara dan Aldo duduk berhadapan di tengah kepulan asap mi instan dan gelas es teh manis. "Gimana, Ta? Misi lu buat naklukin Selena udah ada kemajuan belum? Waktu lu makin menipis lho, jangan sampai motor sport kesayangan lu beralih tangan ke garasi gue," pancing Aldo sambil menaik-naikkan alisnya, menagih progres taruhan mereka.
119 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4 kali sebagai dongeng telaga warna
Baca
+Pustaka
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

Weerrshk. Seiring jebolnya bebatuan dasar telaga, yang terlontar pecah ke segala arah. Muncullah seekor Naga berwarna hijau tua yang sangat besar. Dasar telaga bagai terbongkar dari bawah bumi, saat sang Naga Hijau itu memekik dahsyat menggetarkan nyali. Lalu melesat ke udara, dan mengelilingi telaga Wangipandan tersebut.
9.963.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai dongeng telaga warna
Baca
+Pustaka
Fantarna

Fantarna

Falfayria menjelaskan. “Ini…Indah,” komentar Danil. Air yang beriak-riak itu membuat warna-warna di dinding berpantulan. Para warnarish terlihat bahagia dengan menara-menara mereka. Falfayria menjelaskan bahwa itu bukan hanya untuk hiasan, tetapi sebagai pos penjagaan. Dan juga gerai dan toko kecil. Entah untuk apa, tapi Danil tidak peduli. Mereka juga entah dari mana memliki bunga-bunga yang indah dan berbagai jenis warna dan bentuk. Danil merasa seperti di dunia dongeng daripada di gua warna. Falfayria juga menjelaskan ada berbagai terowongan yang merupakan jalan tempat para warnarish, sesuai warna masing-masing, tinggal. Banyak lentera-lentera warna-warni di gua menara tadi. Dan sekarang
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai dongeng telaga warna
Baca
+Pustaka
Renggali

Renggali

Atau, memilih berkorban atau mengorbankan. Mirip seperti bunga sakura. Sebuah pohon yang hanya bisa tumbuh di satu daerah saja di Indonesia. Bunga yang berwarna merah muda dengan corak putih di tengahnya, belum lagi daun yang hijau membuat suasana hati terasa tenang. Terlihat gadis cantik yang sedang duduk bersandar di bawah pohon itu dengan pena dan buku di tangannya sedang menulis sesuatu. “Riska! Apa kamu baik-baik saja.”
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai dongeng telaga warna
Baca
+Pustaka
Si Pecundang Pemilik Api Abadi

Si Pecundang Pemilik Api Abadi

Dari tingkat warnanya dunggeon terlemah berwarna biru, lalu merah, lalu kuning, lalu hijau , dan yang terakhir ungu kehitaman. Ada satu portal lagi yang unik, yaitu portal dengan warna putih. portal ini tidak menunjukan aura permusuhan, karna ini adalah portal eksplorasi yang tidak ada monster berbahaya, misalnya DUNGGEON PRIBADI!. "Sial!! bukan hanya aku belum bisa menyelamatkan Retha dengan segera, tingkat kesulitan dunggeon malah meningkat drastis sebanyak 2tingkatan!! ini bukanya berarti dunggeon rank B?!"
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai dongeng telaga warna
Baca
+Pustaka
Janda Kembang

Janda Kembang

Dengan mempersiapkan telinga yang kebal, ia menggeser ikon berwarna hijau itu dan langsung menempelkan teleponnya ke telinga. "Halo, Thalisa!" teriak Mama Windy sang ibu mertua. Saat mendengar Mama Windy berteriak Thalisa pun langsung menjauhkan teleponnya dari telinga. "Kamu dengar nggak sih?!" lanjutnya dengan suara yang terdengar sangat kesal. "Iya, Ma, Thalisa dengar, ada apa?" sahut Thalisa dengan suara yang pelan.
9.88.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai dongeng telaga warna
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status