Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tergoda Jerat Manis Sahabatku

Tergoda Jerat Manis Sahabatku

“Mama kapan pulang,” kata Lestari di ujung telepon. “Kalau sudah dapat uang, sayang. Kenapa memangnya?” “Lestari pingin boneka beruang, Ma!” “Boneka beruangnya yang warna apa?” “Hmm… warna apa, ya? Coklat, Ma. Biar sama seperti beruangnya Marsha!” “Beneran yang warna coklat? Gak yang lain?”
373 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai dongeng telaga warna
Baca
+Pustaka
Kamu Akhirku, Berbalut Komedi Romantis-Tragis

Kamu Akhirku, Berbalut Komedi Romantis-Tragis

Keynan : Buru balik sekarang Keynan : Takut nya macet ntar lo telat lagi. Mia : Awas telat! Mia : Udah sampe titik darah penghabisan nih gue Daman : DICARI SEMPAK HILANG Rio : Oke, otw. Daman : CIRI-CIRI WARNA KUNING, BAGIAN BELAKANG BOLONG SEDIKIT, GAMBAR WINNIE THE POOH. Keynan : Oke ditunggu. Daman : BAGI YANG MENEMUKAN ADA IMBALAN KHUSUS.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai dongeng telaga warna
Baca
+Pustaka
Cinta Dalam Tiga Luka

Cinta Dalam Tiga Luka

“Nitip oleh-oleh dong! Kak Dira kan lagi wisuda di Bandung. Pasti banyak yang jual gelang lucu-lucu.” “Ya ampun, anak kecil zaman sekarang udah bisa pesan oleh-oleh via W******p.” “Tante Tiaraaa, Moana mau titip gelang lucu dari Bandung yaaa! Yang warna biru kayak laut. Bilangin Kak Dira yaaa, pleaseee!” Moana membaca pesannya keras-keras sebelum menekan tombol kirim. “Kalau dibawain, kamu harus bilang makasih ke Kak Dira ya,” ucap Rania sambil melongok dari dapur.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai dongeng telaga warna
Baca
+Pustaka
Terjerat Pesona Mafia, Aku Tawanan Cintanya

Terjerat Pesona Mafia, Aku Tawanan Cintanya

“Apa lagi, Ratu Ngidam?” Elera mengangkat tangan dengan semangat. “Aku pengen… main kendama. Tapi—yang bentuknya itu lho, yang Hello Kitty, dan warnanya harus merah muda, glitter, dan bisa menyala kalau diputar!” Sunyi. Sangat sunyi. Hanya suara burung pipit yang terdengar dari luar jendela bambu. Leon perlahan menurunkan cangkir tehnya. “Kita di Kyoto, dan kamu minta… kendama Hello Kitty yang bisa nyala dan glitter?”
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai dongeng telaga warna
Baca
+Pustaka
CEO Bertopeng Giok

CEO Bertopeng Giok

Buku milik neneknya. Di samping buku itu, ia juga mengeluarkan sebuah kantong kain belacu kecil yang warnanya sudah memudar. Isinya adalah bunga rampai potpourri yang dibuatkan neneknya bertahun-tahun lalu. Neneknya pernah berkata, campuran herbal dan bebatuan kecil di dalamnya bisa "menenangkan jiwa yang resah". Selama ini Elara menyimpannya hanya karena nilai sentimental, sebuah kenang-kenangan dari satu-satunya orang yang pernah menceritakan dongeng-dongeng aneh kepadanya. Ia mendekatkan kantong itu ke hidungnya. Aromanya khas, seperti tanah kering, lumut, dan sedikit aroma tajam seperti ozon—aroma yang entah kenapa mengingatkannya pada "Teh Penenang Giok".
943 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai dongeng telaga warna
Baca
+Pustaka
Ludus

Ludus

dengus Echa kemudian pergi meninggalkan dapur. "lah kenapa kena juga sih?" gumam Bagas bermonolog. "aish tante Echa belum rasain aja masakan Darga gimana, walau gosong dikit," ujar Darga dengan nada pelan diujung kalimat. "ini mah bukan gosong dikit ga! gosong pisan!" teriak Bagas karena kaget melihat telur hasil Darga yang berwarna hitam, seperti arang.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai dongeng telaga warna
Baca
+Pustaka
Cinta Istri Muda

Cinta Istri Muda

"Dari tadi Kak Ian itu ngeliatin Kakak terus." Syahlana tidak peduli. Sebagai makanan penutup, Sumi menyajikan es dawet ireng, yaitu dessert khas Jawa Tengah. Es dawet ireng adalah minuman dari tepung beras berwarna hitam pekat. Berbeda dengan es dawet biasa yang berwarna hijau karena memakai daun suji, dawet yang satu ini memakai abu merang atau jerami yang alami, sehingga menghasilkan warna hitam pekat atau keabu-abuan.
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai dongeng telaga warna
Baca
+Pustaka
BRONDONG TENGIL BU DOSEN!

BRONDONG TENGIL BU DOSEN!

Tatapannya sempat menghindar, lalu kembali lagi, tak siap menghadapi pesona Gilang yang mengingatkannya pada sosok Irawan di masa muda. "Ehm..." Camelia berdeham pelan, berusaha menguasai diri. Jemarinya pura-pura merapikan rambut yang sebenarnya sudah sempurna. "Kalian nanti malam mau makan di mana? Aku... aku pesankan private room di restoran Jepang favorit keluarga kita saja, ya..." "Boleh. Gilang suka semua yang berbau Jepang kok, Tante Lia wa kirei desu (Tante Lia yang cantik)," sahut Gilang dengan gerlingan nakal yang spontan membuat Chandra terpingkal.
1046.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai dongeng telaga warna
Baca
+Pustaka
Tetanggaku yang Menggoda

Tetanggaku yang Menggoda

"Kakak nakal sekali! Aku sedang makan es krim, Kakak malah menggelitik aku!” Aku meniru cara bicaranya. "Luna, kamu punya tumor di sini? Dadaku rata, nggak ada apa-apa.” Tak disangka, dia langsung mengangkat bajunya, memperlihatkan dua payudara besar berwarna putih dengan puting berwarna merah muda. Dia benar-benar sepolos itu! "Aku juga punya dua tumor di sini. Kalau kamu bantu isap punyaku, aku akan isap punyamu juga.”
59.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai dongeng telaga warna
Baca
+Pustaka
Tulang wangi

Tulang wangi

Masih larak-lirik, tapi yang gua liat cuma gelap gulita. Waspada, takut, semuanya makin nyekek dada. Pas gua tengak-tengok kanan kiri, tiba-tiba... ada suara perempuan, lembut banget, dari arah depan. Suara itu kayak lagi nembang, kidung ala sinden Sunda. Adem, lembut, tapi bikin bulu kuduk gua berdiri. Refleks gua nengok. Napas langsung nyangkut.
517 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai dongeng telaga warna
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status