Pembantu Rasa Nyonya
Apalagi Om Tiok yang bisa menemaniku, masih satu minggu lagi menyusulku.
“Kalau perlu sekarang. Aku merindukan kamu, Rima. Kalau aku berteman dengan Doraemon, pasti aku pinjam pintu ajaibnya, dan ada di hadapanmu sekarang,” seruku sambil tertawa kecil.
Dia mengerjapkan mata sambil menunjukkan senyuman.
“Tapi pekerjaan menungguku. Sabar, ya,” ucapku lagi.
“Aku mengerti, Mas Wisnu.”