Pelakor Itu Pembantuku
“Sebenarnya, kalau disuruh milih, aku lebih milih kamu. Kamu itu cinta sejati aku. Perempuan yang teramat sulit untuk mendapatkannya dulu. Sumpah aku tak mau kehilanganmu, Mel. Tapi, aku enggak bisa milih, Mel. Aku harus milih kalian berdua.”
“Gimana, ya, Mas. Aku itu udah enggak mau sama kamu. Aku jijik. Apa lagi ngebayangin kau pernah tidur bareng Harum. Di hatimu ada dia aja, aku merasa terbakar. Apa lagi kalau ingat kau peluk dia, kau cium dia, kau cumbu dia, kau … sudahlah! Aku sudah mendaftarkan gugatanku, kok.”
“Jangan dilanjutkan, Sayang! Tolong cabut gugatanmu! Sebenarnya aku milih kamu. Tapi aku enggak bisa ninggalin Harum. Dia hamil!”
Sikat na Kabanata