REINKARNASI SANG PUTRA SURGAWI
Matanya yang sayu terbuka sedikit, menangkap bayangan Mia yang tampak seperti fatamorgana yang haus.
Tangan Mia yang gemetar karena antisipasi mulai terulur. Jemarinya yang lentik mengusap butiran keringat di dahi Lucan, turun perlahan menyusuri rahang tegasnya, dan berhenti di bibir Lucan yang sedikit terbuka—mengundang dan menggoda.
"Kau benar-benar akan menjadi milikku malam ini," bisik Mia tepat di lubang telinga Lucan, membiarkan ujung lidahnya menyapu daun telinga pria itu dengan provokatif.