Luka Seorang Istri
“Bagus loh sayang, nanti udah gede mau jadi pengacara.”
“Ya aku kapan selesainya.”
Bibir Dilra mengerecut seperti cone ice cream. Lucu. Lekas aku menggendong Dion keluar halaman, selagi Dion bermain bola aku mengeluarkan ponsel, berniat kembali mengecek akun sosial media milik Mia sayangnya tak bisa, akun Mia tak bisa kutemukan di pencarian. Dia pasti sudah memblokirku. Dia marah, kecewa, itu pasti, sudahlah kenyataannya aku tak punya pilihan, sudah cukup Dilra berkorban demi Ibu, sekarang biar aku yang berkorban untuknya.