Tukang Pijat Tampan
“Nggak harus sama dengan yang di naskah. Tapi intinya begitu! Esensinya nggak jauh. Itu kan cuma ekspresi. Bukan informasi. Jadi, kamu bisa bebas pilih kata-kata, dan mencari cara mengucapkannya. Yang tadi itu oke. Ada emosi yang jujur. Alami. Dan itu yang kamu olah, kamu mainkan. Akting itu yang seperti itu. Bukan pura-pura, bukan gaya-gayaan dan sok dramatis. Nanti jatuhnya malah kayak aktor karbitan, Dit!”
Adit menghela napas. Kini ia mengerti. Dan kini ia bisa memahami apa maksud mereka. Adit juga ingat drama-drama pendek yang ia tonton dan ia komentari. Ia tak ingin seperti itu. Akting dengan cara norak. Tidak alami.
“Lanjut Mas!” kata Rendra.