TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU
“Mulai sekarang, bisakah kamu menjadi sahabat terbaikku? Aku tak perlu menjelaskan lagi, betapa sulit aku melepasmu. Betapa sulit membuang kenangan dengan seseorang yang seharusnya, sampai detik inipun masih menjadi nomor satu di hatiku. Kamu, paham maksud aku. Maafkan kemarin, aku yang memberanikan diri mengatakan sesuatu yang manis di depan Clarissa, juga di depanmu. Mungkin dengan begitu, Kita jadi terbiasa untuk saling melepas. Dan ketika aku menghubungimu saat ini. aku sedang terus mencoba membiasakan diri menganggapmu sebagai seorang sahabat.”
“Kamu hebat, Bang. Bahkan kamu sudah lebih cepat bergerak. Seharusnya akupun begitu. Seharusnya kita memang lebih sering berdiskusi soal hubunga