Bias Cinta
“Ibu itu sudah curiga dari semalam. Mau tanya, tapi lupa karena keburu bahas masalah cicilan sama Cinta.”
Dinda mengerut dahi. “Ngapain pake curiga?”
“Pak Duda lagi nyari istri.”
“Terus, apa hubungannya sama aku?”
“Nggak usah pura-pura nggak tau.” Ira kembali menyapu lantai. Menggeser posisi Dinda yang masih berada di bibir pintu. “Dia itu lagi mancing, kalau umpannya kamu makan, siap-siap aja dijadiin istri sama pak Duda.”