HATI ADINDA
Dinda masih merasa aneh, ia pun mengusap wajahnya, “Duda Ganjen!”
Kairo berhenti, “Duda?”
“Eh, enggak! Sudah ah…bye, selamat malam!”
Kairo pun mengulas senyuman lebarnya, segera mengukuti Dinda yang masuk ke kamar Edgar, keduanya saling menahan pintu.
“Kenapa lagi, jangan macam-macam deh.”
“Saya ingin di kiss.”
Dinda terperangah, apa-apaan sih duda ini.” Enggak ih sudah tidur sana selamat malam!”
Sikat na Kabanata