CUCU YANG DIBEDAKAN
Udin berkata tiba-tiba.
“Hah?” ucapku.
Udin menatapku seperti seorang yang tertangkap basah. Mungkin ia kecoplosan mengakui perasaannya saat ini. Ia menggaruk kepalanya, ingin menyangkal, tapi aku terlanjur mendengar.
“Iya, dulu aku suka banget liat dia. Cantik, pintar.” Udin tersenyum.
Aku menunjuk tepat di wajahnya sambil tertawa pelan, “nah, kan! Ketahuan pernah suka Kalila.”