Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pria Alfiyah

Pria Alfiyah

pinta kyai Kholil. "Tapi, perjalanannya sangat jauh, Abah." "Tidak apa-apa, Nak. Ahmad--ayahnya Iklil adalah teman Abah, Abah harus kesana." "Yasudah, gimana Abah saja. Aku mengikuti."
103.6K viewsOngoingAdded to Library 135 Times as dyah pitaloka
Read
+Library
Selir Adipati

Selir Adipati

“Hiya!” Patih juga mengehentakkan kudanya dan menuju bukit. Dia melihat dari bawah dan terkejut saat selir berdiri di atas bukit dan akan melompat di bukit. Patih segera menuruni kudanya dan berlari menuju air laut untuk menyeret selir jika sudah melompat. “Byur!”
9.9401.8K viewsCompletedAdded to Library 15.7K Times as dyah pitaloka
Show Reviews (152)
Read
+Library
Natasha Amelia
Cerita beda banget Ama Turki. aku udah baca sampai tamat dan beda. Di sini tokohutama gak Ama Adipati saja alias Ama jenderal juga. Akhir juga beda. Alur beda. budayakan membaca sampai tamat baru memberi komen. Semangat author. Cerita yang indah dan sipp. IM your fans
Meow Miu
Lumayan mahal juga buat unlock semua chapternya. Alur ceritanya menarik, tapi banyak part yang disturbing bgt dimana ketika jelas2 laki2nya redflag, tapi Ayu masih "bergetar" seolah2 jatuh cinta. Dan itu terjadi berulang kali, padahal berkali2 diperlakukan kasar, direndahkan bahkan dilecehkan.
Read All Reviews
Takdir Dinda

Takdir Dinda

***** Babak baru kehidupan Dinda, dimulai lagi, mempunyai mertua baru yang usianya jauh dibawahnya. Kesepakatan bersama, Dinda memanggil Suaria dengan sebutan Kakak, walau usianya jauh dibawah Dinda, tetap menghormati karena Suaria istri dari bapak mertua. Suaria memanggil Dinda, ibunya Aning. Awalnya, semua berjalan baik-baik saja, Dinda selalu mengalah, dia harus menempatkan diri, sebagai menantu, yang menumpang dirumah mertua.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as dyah pitaloka
Read
+Library
Dijatah Lima Juta

Dijatah Lima Juta

Mama Mas Umar secara terang-terangan menabuh genderang perang dengan memfitnahku di lingkungan tempat tinggalku yang baru. 'Iya, itu yang ngontrak rumah punya bu Delia. Mbak Dila namanya. Katanya sih dia janda yang ditalak suaminya karena mengeluh diberi jatah bulanan lima juta satu bulan,' 'Masa sih? Tapi dari penampilan dan cara bicaranya, sepertinya baik kok,' 'Alah, itu cuma sampulnya aja Bu. Belum tentu sampulnya bagus, tapi dalamnya juga bagus. Bisa aja kan beda,'
1013.7K viewsOngoingAdded to Library 369 Times as dyah pitaloka
Read
+Library
Air Mata dan Doa Seorang istri

Air Mata dan Doa Seorang istri

pintanya memohon untuk dibuatkan jamu paling pahit. “Kalau mau pahit benar, kasih aja sintoali yang banyak menjalar di dip agar belakang rumah,” kata Bu Eneng menyarankan Dita untuk mengambil tambahan merambat berupa batang ulir persegi panjang yang terkenal dengan kepahitannya sekaligus sebagai obat malaria. “Oh, ya. Sebentar Mbok, aku mengambilnya dulu,” kata Dita berlari ke belakang rumahnya dengan membawa golok tajam untuk memotong sintoali tadi.
1011.1K viewsCompletedAdded to Library 411 Times as dyah pitaloka
Read
+Library
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Seketika ia mengangguk kecil. “Ah... ternyata seluruh aksara Bumi ada di sini,” katanya puitis. “Senang bertemu lagi, Sita. Kita pernah sekali bersua di kafe kopi, ingat?” Sita tersenyum, menyambut uluran tangan Pandu. “Ya, aku ingat. Dan ini...” ia menoleh ke Kirana, “...ini Dyah Pitaloka kita.” “Wow!” Pandu mendecak kagum. “Benarkah, Rana?”
1011.5K viewsCompletedAdded to Library 424 Times as dyah pitaloka
Read
+Library
Jagat Kelana

Jagat Kelana

Usai berkata Wening berlalu meninggalkan tempat itu. Pitaloka mengepalkan kedua tapak tangan sambil menghela napas berat. Dia tidak terima dengan perlakuan selir agung, dia ingin saat ini menjadi permaisuri raja. Setidaknya menjadi wanita di hati raja itu. "Sialan kau, Wanita Tua. Lihat saja nanti!" Pitaloka kembali ke paviliun miliknya, dia memanggil dayang pribadi yang khusus dipilihnya sendiri. Mendengar namanya dipanggil dayang itu segera datang dengan langkah panjang.
1021.0K viewsCompletedAdded to Library 587 Times as dyah pitaloka
Show Reviews (10)
Read
+Library
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Ini adalah kisah petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Read All Reviews
Legenda Lima Pendekar dan Seekor Naga

Legenda Lima Pendekar dan Seekor Naga

kata Upasara. "Sial di Alam itu hanya 15 menit sementara di Kerajaan ini 15 tahun. Aku tidak akan kembali ke tempat itu lagi. Jika tingkat kekuatanku lemah. Aku akan mati dengan cepat" Diah Pitaloka berkata dalam batin. Upasara menggemggam tangah Diah ayu pitaloka. Diah Ayu yang merupakan Pelayan Shinta yang setia dia menyusup ke Istana Dewa kematian untuk menjadi maga-mata Shinta.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as dyah pitaloka
Read
+Library
Transmigrasi Dendam: Aku Kembali, Tidak Lagi Lemah!

Transmigrasi Dendam: Aku Kembali, Tidak Lagi Lemah!

ucap Pitaloka diakhir tidak berdaya dengan anugrah kawannya yang tidak perlu berlebihan namun masih saja terlihat cantik. Yukine tidak bisa membantah Pitaloka perdebatan ini pada akhirnya dimenangkan oleh kawannya ini dan kini pasrah ketika Pitaloka mengaplikasikan banyak produk yang tidak diketahui oleh Yukine nama maupun kegunaannya. "Kenapa lama sekali," gumam Yukine setelah beberapa waktu Pitaloka terus menaruh semua itu di wajahnya. "Diam!" "Jangan terlalu mencolok, aku tidak menyukainya."
107.8K viewsCompletedAdded to Library 288 Times as dyah pitaloka
Read
+Library
Mas Duda (Indonesia)

Mas Duda (Indonesia)

sekali lagi Pras mencoba bertanya dengan intonasi suara yang mulai melemah. Pertanyaan Pras sepertinya tak berarti hingga tak di hiraukan sampai seruan suara Zia lah yang berseru menjawab pertanyaan Pras. "Selamat untuk pertunangan bapak dengan mahasiswa yang bernama... Wika Adelia." Deg!
9.7145.7K viewsCompletedAdded to Library 5.8K Times as dyah pitaloka
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status