MAAF, ANAK IBU CUMA GURU SD!
Kulihat jam yang melingkar.
“Wah, sebentar lagi! Semoga dilancarkan, ya! Biar Kakak Una bisa ada teman. Ada adik bayi nanti, ya, Kak! Kalau lihat Kakak Una, Tante Jeni jadi kangen adiknya Tante Jeni. Namanya Adly … sekarang kelas dua SD juga seperti Una. Sayangnya dia tinggal sama Papa Mamanya Tante Jeni di Jakarta.” Jeni melirik pada Aluna. Gadis kecilku itu hanya mengangguk, tapi wajahnya tak telrihat ekspresi apa-apa. Jujur, hatiku teriris melihat perubahan dia menjadi seperti ini. Aku merasa kehilangan Alunaku yang dulu.